Harga emas diperdagangkan menguat selama sesi perdagangan Amerika pada hari Selasa (19/12), setelah sempat bergerak datar pada kisaran yang sempit selama sesi perdagagan Asia. Penguatan Emas tak lain karena kembali meningkatnya harapan bahwa the Fed akan memutar balik kebijakan moneternya ditahun depan. Hal tersebut, diperkuat setelah data perumahan AS dirilis campuran. • US Building Permits (MoM) (Nov), -2.5% (A) vs. 1.8% (P) • US Building Permits (Nov), 1.460M (A) vs. 1.470M (F) vs. 1.498M (P) • US Housing Starts (Nov), 1.560M (A) vs. 1.360M (F) vs. 1.372M (P) • US Housing Starts (MoM) (Nov), 14.8% (A) vs. 8.0% (P) Hingga jelang penutupan perdagangan Selasa (19/12) pada pukul 04:00 WIB, harga emas diperdagangkan menguat sebanyak $12.95 atau 0.64% pada level $2,039.90 per ons, setelah capai tertinggi $2,046 dan terendah $2,021. Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Februari, sebagai kontrak teraktif saat ini diperdagangkan menguat sebanyak $13.00 atau 0.64% pada levle $2,053.50 per ons, setelah capai tertinggi $2,061 dan terendah $2,034 di Divisi Comex. Selama perdagangan Rabu (20/12), fokus utama pasar emas akan tertuju pada laporan Consumer Confidence dan Existing Home Sales AS pada pukul 22:00 WIB. Matauang Indeks Dolar AS diperdagangkan melemah sepanjang sesi perdagangan berlangsung pada Selasa (19/12),… Read More »Pratinjau Pasar: Harga Emas Menguat Ditengah Harapan Pemangkasan Suku Bunga the Fed