Lompat ke konten

First InterStellar Group

news id

EUR/USD Hadapi Tantangan Setelah Inflasi AS Kuat, Konsolidasi Dekat 1,0700

EUR/USD melemah karena Dolar AS melonjak setelah rilis data IHK AS yang solid. Euro mendapat dukungan ke atas dari membaiknya data Sentimen Ekonomi. FedWatch Tool mengindikasikan 37% dan 51% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 bp oleh The Fed masing-masing pada bulan Mei dan Juni. Pasangan EUR/USD masih dalam tren menurun, mencapai terendah baru tiga bulan pada hari Rabu setelah rilis data inflasi AS yang kuat. Inflasi yang lebih tinggi dari prakiraan telah menggeser sentimen pasar ke tidak adanya penyesuaian suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulan Maret mendatang. Hal ini memberikan dukungan ke atas pada Dolar AS (USD) melawan Euro (EUR). Euro mengalami momen jeda setelah rilis data Sentimen Ekonomi dari Zona Euro dan Jerman yang lebih baik dari prakiraan pada hari Selasa. Para investor kini menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) pendahuluan yang dijadwalkan dirilis pada hari Rabu. Selain itu, pelaku pasar juga sangat memerhatikan pernyataan Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), pada hari Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) pulih dari penurunan intraday dan terus melanjutkan kenaikan meskipun imbal hasil obligasi Pemerintah AS suram. Sentimen pasar telah mengalami perubahan yang signifikan, dengan ekspektasi terhadap suku bunga tidak berubah pada bulan depan melonjak hingga mendekati… Selengkapnya »EUR/USD Hadapi Tantangan Setelah Inflasi AS Kuat, Konsolidasi Dekat 1,0700

NZD/USD Naik Mendekati 0,6080 setelah Data Kiwi Berdampak Rendah, Dolar AS tetap Stabil

NZD/USD rebound dari posisi terendah baru-baru ini setelah data berdampak rendah dari Selandia Baru. Penjualan Ritel Kartu Kiwi YoY dan MoM tumbuh masing-masing sebesar 1,6% dan 1,7% di bulan Januari. Para pedagang memprakirakan probabilitas 37% dan 51% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) oleh The Fed di bulan Mei dan Juni. NZD/USD pulih dari level terendah baru-baru ini di 0,6049 yang dicatat pada hari Selasa, memulihkan pelemahan dan diperdagangkan di sekitar 0,6080 selama sesi Eropa pada hari Rabu. Dengan tidak adanya data berdampak tinggi dari Selandia Baru, data berdampak rendah menunjukkan hasil yang lebih baik dari prakiraan, yang dapat menambah dukungan untuk menopang Dolar Selandia Baru (NZD), yang pada gilirannya, bertindak sebagai pendorong bagi pasangan NZD/USD. Statistik Selandia Baru menunjukkan bahwa Penjualan Ritel Kartu Elektronik tumbuh 1,6% YoY di bulan Januari, dibandingkan dengan penurunan sebelumnya sebesar 0,6%. Data bulanan juga mencetak angka positif 1,7% dibandingkan dengan penurunan 1,7% di bulan sebelumnya. Lebih lanjut, Indeks Harga Makanan (MoM) meningkat menjadi 0,9% dari penurunan 0,1% di bulan Desember. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan, diperdagangkan pada kisaran 104.90 meskipun imbal hasil obligasi AS turun. Imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun dan 10 tahun… Selengkapnya »NZD/USD Naik Mendekati 0,6080 setelah Data Kiwi Berdampak Rendah, Dolar AS tetap Stabil

USD/JPY Pulih ke 150,60 karena IHK AS yang Membandel Memperkuat Daya Tarik Dolar AS

USD/JPY melanjutkan kenaikan di tengah prospek yang optimis untuk Dolar AS. The Fed diprakirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25-5,50% setidaknya untuk paruh pertama tahun ini. Para investor menunggu petunjuk lebih lanjut dari data awal PDB Kuartal 4 Jepang dan data Penjualan Ritel AS. Pasangan USD/JPY melanjutkan perjalanan naiknya setelah koreksi tipis mendekati 150,40 di sesi Eropa hari Rabu. Aset ini pulih karena sentimen pasar yang suram telah meningkatkan daya tarik Dolar AS. Tampaknya ada aksi yang beragam di pasar global karena kontrak berjangka S&P500 telah menghasilkan keuntungan yang layak di sesi Eropa sementara mata uang yang memiliki persepsi risiko telah terpukul. Namun, ekuitas AS mengalami penurunan besar pada hari Selasa setelah merilis laporan inflasi yang membandel untuk bulan Januari. Indeks Dolar AS (DXY) telah memperbarui level tertingginya dalam tiga bulan di dekat 105,00 karena tekanan harga yang kuat mengindikasikan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25-5,50% untuk waktu yang lebih lama daripada yang telah diantisipasi oleh para pelaku pasar sebelumnya. Berdasarkan perangkat CME Fedwatch, para trader melihat peluang sebesar 38% untuk keputusan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp), turun dari 50% setelah rilis laporan inflasi yang lebih tinggi dari prakiraan. Ke… Selengkapnya »USD/JPY Pulih ke 150,60 karena IHK AS yang Membandel Memperkuat Daya Tarik Dolar AS

Forex Hari Ini: Poundsterling Melemah Akibat Lemahnya Inflasi Inggris, Dolar AS Menguat

Berikut ini adalah apa yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 14 Februari: Indeks Dolar AS mengkonsolidasi kenaikannya di pagi hari Rabu setelah naik 0,7% ke level tertinggi baru tiga bulan di dekat 105,00 pada hari Selasa. Eurostat akan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat di sesi Eropa dan tidak akan ada rilis data penting dari AS di kemudian hari. Beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed), termasuk Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, akan menyampaikan pidato. Data yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan pada hari Rabu bahwa inflasi di Inggris, yang diukur dengan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK), bertahan stabil pada 4% di bulan Januari. Secara bulanan, IHK turun 0,6%. Poundsterling berada di bawah tekanan bearish setelah data ini dan GBP/USD terakhir terlihat diperdagangkan di wilayah negatif di bawah 1,2600. Harga Dolar AS Pekan Ini Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama lainnya minggu ini. Dolar AS adalah yang terkuat terhadap Franc Swiss.   USD EUR GBP CAD AUD JPY NZD CHF USD   0.78% 0.48% 0.70% 0.73% 0.79% 1.07% 1.34% EUR -0.79%   -0.31% -0.08% -0.06% 0.01% 0.27% 0.55% GBP… Selengkapnya »Forex Hari Ini: Poundsterling Melemah Akibat Lemahnya Inflasi Inggris, Dolar AS Menguat

EUR/USD: Penembusan di Bawah 1,0700/1,0710 Ekspos 1,0660 dan Bahkan Mungkin 1,0610 – ING

EUR/USD berada di bawah tekanan bearish pada hari Selasa dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan di dekat 1,0700. Para ekonom di ING menganalisis prospek pasangan mata uang ini. Perbedaan Rate yang Lebih Lebar dan Ekuitas yang Lebih Lemah Menjadi Beban Data IHK AS pada hari Selasa secara singkat mendorong perbedaan swap rate dua-tahun EUR/USD kembali ke level-level terlebar 2023. Ditambah dengan sell-off ekuitas dan dapat dimengerti EUR/USD berada di bawah tekanan. EUR/USD terus menghentikan rallly akhir tahun 2023 dan penembusan di bawah 1,0700/1,0710 akan mengekspos 1,0660 dan bahkan mungkin 1,0610. Namun, dengan ekspektasi pelonggaran The Fed yang kembali ke penilaian yang lebih konservatif (dan lebih dekat dengan ekspektasi The Fed sendiri terhadap pelonggaran 75 bp tahun ini), kami menduga level-level 1,0600/1,0700 mungkin merupakan area yang baik bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan lindung nilai terhadap eksposur beli Dolar atau jual Euro.

Pound Sterling: Kekuatan Baru Masih Rapuh – Commerzbank

Pound Sterling (GBP) adalah satu-satunya mata uang yang bertahan cukup baik melawan Dolar AS pada hari Selasa. Para ekonom di Commerzbank menganalisis prospek GBP. Laporan Ketenagakerjaan Inggris Kuat Kami melihat laporan ketenagakerjaan yang kuat dari Kantor Statistik Nasional Inggris. Sebanyak 48 ribu lapangan kerja bertambah dibandingkan dengan hilangnya 18 ribu lapangan kerja, tingkat pengangguran rendah dan, yang tak kalah pentingnya, pertumbuhan pendapatan lebih tinggi: tidak ada yang hilang dari gambaran GBP positif secara keseluruhan. Data pokok (terutama pertumbuhan upah) memberikan sedikit ruang untuk penurunan suku bunga, dan situasi ketenagakerjaan yang membaik membuat kebijakan moneter restriktif yang berkepanjangan secara umum dapat diterima. Namun pada akhirnya, yang penting adalah apakah pasar memprakirakan bank sentral memberikan kompensasi yang berlebihan terhadap kejutan inflasi yang positif, yaitu merevisi ekspektasi suku bunga lebih dari ekspektasi inflasi. Hal ini biasanya terjadi. Hari Selasa tidak terkecuali. Ini tidak mengherankan, apalagi saat ini. Bagaimanapun, sangat sulit untuk menilai fungsi reaksi kebijakan bank sentral saat ini. Oleh karena itu, penilaian ini bersifat variabel dan dapat mengalami fluktuasi yang besar jika ada rilis data yang mengejutkan. Oleh karena itu dapat dimengerti Pound telah naik, namun dalam kasus ini juga perlu ada peringatan: Kekuatan baru masih rapuh.

Analisis Harga GBP/USD: Diperdagangkan dengan Bias Positif di Sekitar 1,2600 Menjelang IHK Inggris

GBP/USD naik tipis di hari Rabu, meskipun kenaikan tersebut tidak memiliki keyakinan bullish yang kuat. Para pedagang memilih untuk absen menjelang laporan IHK Inggris di tengah kenaikan Dolar AS. Pengaturan ini mendukung bearish dan memerlukan kehati-hatian sebelum memposisikan diri untuk kenaikan lebih lanjut. Pasangan GBP/USD menarik beberapa aksi beli selama sesi Asia pada hari Rabu dan untuk saat ini, tampaknya telah menghentikan pullback tajam hari sebelumnya dari sekitar angka 1,2700, atau puncak lebih dari satu pekan. Namun, kenaikan ini tidak memiliki keyakinan bullish, dengan harga spot ini yang berusaha keras untuk memanfaatkan pergerakan melampaui level 1,2600 menjelang laporan IHK Inggris. Sementara itu, meningkatnya penerimaan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, didukung oleh data inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari prakiraan pada hari Selasa, terlihat mendukung Dolar AS (USD) dan membatasi pasangan GBP/USD. Namun, penurunan tetap tertahan setelah berkurangnya  spekulasi penurunan suku bunga awal oleh Bank of England (BoE), yang mungkin akan terus menjadi pendorong bagi Pound Inggris (GBP). Dari perspektif teknis, Simple Moving Average (SMA) 100-hari, di sekitar area 1,2570-1,2565, akan melindungi sisi negatifnya. Penembusan yang meyakinkan di bawah level ini akan membuat pasangan GBP/USD berisiko untuk menantang SMA 200-hari, yang dipatok… Selengkapnya »Analisis Harga GBP/USD: Diperdagangkan dengan Bias Positif di Sekitar 1,2600 Menjelang IHK Inggris

Suzuki, Jepang: Mengamati Pergerakan Pasar Valas dengan Cermat dengan Rasa Urgensi yang Kuat

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki kembali muncul di Reuters, melanjutkan intervensi verbal, saat Yen mendekati 151,00 terhadap Dolar AS. Kutipan Utama Mengamati pergerakan pasar forex dengan seksama dengan rasa urgensi yang kuat. Tidak akan mengomentari level Valas. Penting bagi mata uang untuk bergerak secara stabil yang mencerminkan fundamental. Tidak berkomentar, ketika ditanya mengenai intervensi. Stabilitas valas itu penting. Artikel Terkait Yen Jepang Bertahan pada Kenaikan Moderat di Tengah Kekhawatiran Intervensi, Potensi Kenaikan Terbatas

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Masih Berada di bawah Tekanan di Bawah $2.000 di Tengah Penguatan Dolar AS

Harga emas bertahan di bawah $2.000 karena penguatan USD dan laporan IHK AS yang optimis. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS turun menjadi 3,1% di bulan Januari YoY dari 3,4% di bulan Desember. Ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan Eropa Timur dapat membatasi penurunan harga emas. Harga emas (XAU/USD) turun di bawah level psikologis $2.000 selama awal sesi Asia pada hari Rabu. Data inflasi AS yang lebih kuat memberikan beberapa tekanan jual pada logam kuning karena mengurangi harapan penurunan suku bunga lebih awal. Harga emas saat ini diperdagangkan di sekitar $1.992, tidak berubah untuk hari ini. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), indeks nilai USD yang diukur terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, diperdagangkan di dekat 104,85 setelah mencapai level tertinggi tiga bulan di 105,00. Imbal hasil obligasi AS naik tipis, dengan imbal hasil bertenor 10 tahun berada di 4,32% dan suku bunga 2 tahun melonjak menjadi 4,654%, lonjakan satu hari terbesar sejak 5 Mei 2023. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS turun menjadi 3,1% YoY di bulan Januari dari 3,4% di bulan Desember, menurut Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Selasa. Secara bulanan, IHK utama naik 0,3% di bulan Januari setelah naik 0,2% di bulan Desember.… Selengkapnya »Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Masih Berada di bawah Tekanan di Bawah $2.000 di Tengah Penguatan Dolar AS

Dolar Australia Coba Pertahankan Penguatan setelah Penurunan Baru-Baru Ini karena Data Inflasi AS yang Kuat

Dolar Australia melemah karena Dolar AS naik karena angka CPI AS yang optimis. Indeks ASX 200 Australia turun; memberikan tekanan pada AUD. Dolar AS menguat karena imbal hasil obligasi AS yang optimis. Angka CPI AS yang kuat memupus peluang penurunan suku bunga The Fed pada bulan Maret. Dolar Australia (AUD) terus menurun setelah pelemahan tajam di sesi sebelumnya, didorong oleh data inflasi AS yang kuat untuk bulan Januari, yang memupus harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Maret. Dolar Australia mendapat tekanan turun karena Indeks S&P/ASX 200 jatuh ke level terendah dalam tiga minggu terakhir, didorong oleh aksi jual saham pertambangan dan keuangan menyusul penurunan Wall Street semalam sebagai respon terhadap angka inflasi AS yang lebih kuat dari prakiraan. Indeks Dolar AS (DXY) tetap stabil di dekat level tertinggi tiga bulan, didukung oleh kenaikan baru-baru ini, sementara imbal hasil AS diperdagangkan di level tertinggi beberapa minggu di seluruh kurva imbal hasil. Sentimen pasar telah bergeser secara dramatis, dengan ekspektasi untuk suku bunga yang tidak berubah bulan depan melonjak menjadi 93%, sangat kontras dengan sebulan sebelumnya. Para investor kini memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed di bulan Juni. Intisari Penggerak Pasar Harian: Dolar Australia Turun… Selengkapnya »Dolar Australia Coba Pertahankan Penguatan setelah Penurunan Baru-Baru Ini karena Data Inflasi AS yang Kuat