Lompat ke konten

First InterStellar Group

news id

USD/CAD Naik Mendekati 1,3500 karena Kehati-hatian Pasar dan Harga Minyak Mentah yang Lebih Rendah

USD/CAD melanjutkan kenaikan beruntunnya terhadap Dolar AS. Penurunan harga WTI melemahkan Dolar Kanada. Dolar AS mendukung perubahan sentimen pasar akibat konflik Timur Tengah. USD/CAD melanjutkan kenaikan untuk 5 sesi berturut-turut, diperdagangkan lebih tinggi mendekati level psikologis 1,3500 selama sesi Asia hari Rabu. Situasi geopolitik di Timur Tengah mendorong para investor untuk bersikap hati-hati, yang pada gilirannya mendukung Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Dolar Kanada (CAD). Penurunan harga minyak mentah menekan Dolar Kanada (CAD), sehingga mendukung pasangan USD/CAD. Kanada, sebagai eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat (AS), sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar $72,10 per barel setelah penurunan baru-baru ini. Tekanan turun pada harga WTI sebagian disebabkan oleh sedikit peningkatan produksi bersih dari fasilitas produksi minyak mentah AS selama pekan ini. Selain itu, penyelesaian dan perluasan pipa Trans Mountain di Kanada memainkan peran penting dalam mengangkut minyak mentah dari area produksi ke kilang dan terminal ekspor. Peningkatan produksi minyak mentah Kanada di bulan November telah menempatkan negara ini sebagai produsen barel global terbesar keempat. Dari sisi AS, Indeks Dolar AS (DXY) mempertahankan kenaikan beruntunnya, didorong oleh peningkatan imbal hasil obligasi AS. Para pedagang menunjukkan sikap menahan diri dalam menentukan harga… Selengkapnya »USD/CAD Naik Mendekati 1,3500 karena Kehati-hatian Pasar dan Harga Minyak Mentah yang Lebih Rendah

NBS Tiongkok: Pertumbuhan Ekonomi 2023 ‘Diraih dengan Susah Payah’

Menyusul rilis data ekonomi berdampak tinggi dari Tiongkok untuk bulan Desember, Biro Statistik Nasional (NBS) menyampaikan pandangannya mengenai perekonomian selama konferensi pers pada hari Rabu. Kutipan-kutipan Penting (via Reuters) Konsumsi akhir menyumbang 82,5% dari pertumbuhan PDB 2023. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2023 'diraih dengan susah payah'. Ekonomi Tiongkok menghadapi lingkungan eksternal yang kompleks, permintaan yang tidak mencukupi pada tahun 2024. Pembentukan modal menyumbang 28,9% dari pertumbuhan PDB 2023. Ekspor bersih menyumbang -11,4% dari pertumbuhan PDB 2023. Konsumsi akhir menyumbang 80% dari pertumbuhan PDB Q4. Pembentukan modal menyumbang 23,1% dari pertumbuhan PDB Q4. Ekspor neto menyumbang -3,1% dari pertumbuhan PDB Q4. Harga konsumen yang rendah mencerminkan permintaan efektif yang tidak memadai. Memprakirakan kenaikan harga konsumen yang moderat pada tahun 2024. Ekonomi Tiongkok berada pada tahap pemulihan yang krusial. Ekonomi Tiongkok berada pada tahap pemulihan yang krusial. Pasar properti Tiongkok menunjukkan beberapa perubahan positif. Masih ada ruang yang relatif besar bagi sektor properti Tiongkok untuk berkembang. Perekonomian Tiongkok menghadapi kondisi yang lebih menguntungkan daripada tantangan dan kesulitan di tahun 2024. Mengharapkan ekonomi Tiongkok terus pulih pada tahun 2024. Bacaan Terkait PDB Tiongkok Berekspansi 5,2% YoY di Triwulan IV versus Ekspektasi 5,3% Dolar Australia Melayang di Bawah Level Psikologis setelah data Tiongkok yang Beragam

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Masih Dakam Tekanan di Bawah $2.030, Pantau Data Tiongkok dan Penjualan Ritel AS

Harga emas turun ke $2.025 karena kenaikan USD dan imbal hasil AS. Waller dari The Fed mengatakan bahwa bank sentral harus menurunkan suku bunga secara metodis dan hati-hati pada saat yang tepat. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong aset safe haven tradisional seperti emas. Produksi Industri, Penjualan Ritel, dan angka pertumbuhan PDB Tiongkok Kuartal 4 Tiongkok akan dirilis sebelum Penjualan Ritel AS. Harga emas (XUA/USD) tetap berada di bawah tekanan di bawah pertengahan $2.000-an selama awal sesi Asia hari Rabu. Permintaan Dolar AS (USD) yang sedang berlangsung dan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi menyeret logam mulia ini lebih rendah. Pada saat berita ini ditulis, harga emas diperdagangkan pada $2.025, turun 0,09% untuk hari ini. Indeks Dolar AS (DXY), ukuran nilai USD terhadap sekeranjang mata uang tertimbang yang digunakan oleh mitra dagang AS, melanjutkan kenaikannya ke puncak baru tahun berjalan melewati angka 103,30. Imbal hasil obligasi AS naik tipis, dengan imbal hasil bertenor 10 tahun mencapai 4,05%. Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan pada hari Selasa bahwa Fed akan dapat menurunkan kisaran target suku bunga federal fund tahun ini. Waller menambahkan bahwa ketika waktunya tepat untuk mulai menurunkan suku bunga, maka suku bunga akan diturunkan secara metodis dan… Selengkapnya »Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Masih Dakam Tekanan di Bawah $2.030, Pantau Data Tiongkok dan Penjualan Ritel AS

Yen Jepang Turun ke Terendah Lebih dari Satu Bulan terhadap USD di Tengah Perbedaan Ekspektasi BoJ- The Fed

Yen Jepang melemah selama tiga hari berturut-turut di tengah ekspektasi BoJ yang dovish. Berkurangnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed lebih awal memberikan dukungan pada USD dan pasangan USD/JPY. Para pedagang saat ini menantikan data Penjualan Ritel AS dan pidato The Fed untuk mendapatkan dorongan baru. Yen Jepang (JPY) melanjutkan tren pelemahannya selama tiga hari berturut-turut pada hari Rabu dan turun ke level terendah sejak 6 Desember terhadap mata uang Amerika selama sesi Asia. Bank of Japan (BoJ) diantisipasi akan menunda rencana untuk beralih dari sikap ultra-dovish setelah gempa bumi dahsyat di Jepang tengah, turunnya tingkat inflasi di Tokyo dan lemahnya data upah. Hal ini, pada gilirannya, dipandang sebagai faktor kunci yang melemahkan JPY, yang, bersama dengan kenaikan Dolar AS (USD), mengangkat pasangan USD/JPY ke titik support Simple Moving Average (SMA) 100-hari, yang kini berubah menjadi resistance, di dekat area 147,45. Pernyataan hawkish semalam dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller memaksa para investor untuk mengurangi ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga pada bulan Maret. Hal ini tetap mendukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan bertindak sebagai penarik bagi Greenback. Sementara itu, surutnya spekulasi pelonggaran kebijakan awal oleh The Fed, bersama dengan ketegangan geopolitik dan kesengsaraan ekonomi Tiongkok,… Selengkapnya »Yen Jepang Turun ke Terendah Lebih dari Satu Bulan terhadap USD di Tengah Perbedaan Ekspektasi BoJ- The Fed

EUR/USD Mendekam di Dekat Terendah Satu Bulan yang Dicetak pada Selasa, Berisiko Turun Lebih Jauh

EUR/USD mencoba pemulihan sederhana dari level terendah lebih dari satu bulan yang disentuh pada hari Selasa. Sinyal-sinyal yang beragam dari para pengambil kebijakan ECB mungkin akan menahan para pembeli untuk memasang taruhan agresif. Berkurangnya peluang untuk penurunan suku bunga The Fed lebih awal mendukung USD dan seharusnya membatasi kenaikan. EUR/USD bergerak lebih tinggi selama sesi Asia pada hari Rabu dan memulihkan sebagian penurunan hari sebelumnya ke level terendah satu bulan. Harga spot tersebut  saat ini diperdagangkan dengan kenaikan intraday yang moderat, di sekitar area 1,0880, meskipun latar belakang fundamental mendukung para pedagang bearish dan menunjukkan bahwa jalur yang paling mungkin adalah ke arah bawah. Mata uang bersama ini berjuang untuk menarik pembeli di tengah pandangan yang beragam mengenai inflasi dan suku bunga dari para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), yang menimbulkan ketidakpastian mengenai waktu pemangkasan suku bunga. Faktanya, Presiden Bundesbank Joachim Nagel mengatakan pada hari Senin bahwa masih terlalu dini bagi ECB untuk mendiskusikan pemangkasan suku bunga karena inflasi masih tinggi. Sebaliknya, Anggota Dewan Pemerintahan ECB Tuomas Valimaki pada hari Selasa mengisyaratkan keterbukaannya untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih cepat daripada kebanyakan rekan-rekannya. Hal ini, bersama dengan sentimen bullish yang mendasari Dolar AS (USD), memvalidasi prospek negatif jangka pendek untuk pasangan… Selengkapnya »EUR/USD Mendekam di Dekat Terendah Satu Bulan yang Dicetak pada Selasa, Berisiko Turun Lebih Jauh

Harga Emas Kesulitan Mendapatkan Pijakan yang Kokoh di Tengah Ketidakpastian Penurunan Suku Bunga The Fed

Harga emas telah terpukul di tengah ketidakpastian data Penjualan Ritel dan Produksi Industri AS. Data Penjualan Ritel AS yang kuat akan memberikan lebih banyak ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi. Eskalasi lebih lanjut dalam ketegangan Timur Tengah dapat membawa kebangkitan pada harga Emas. Harga emas (XAU/USD) mengalami aksi jual setelah gagal merebut kembali level tertinggi mingguan di atas $2.060. Logam mulia ini turun karena para investor mempertimbangkan kembali jangka waktu di mana Federal Reserve (The Fed) dapat menurunkan suku bunga. Hal ini terjadi setelah rilis laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Desember, serta komentar hawkish dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengkalibrasi ulang ekspektasi pasar yang lebih luas. Sementara pasar terus condong ke arah keputusan penurunan suku bunga di bulan Maret, para pengambil kebijakan tidak terburu-buru untuk mendukung sikap dovish pada suku bunga. Inflasi harga konsumen dalam ekonomi Amerika Serikat hampir dua kali lipat dari tingkat yang disyaratkan sebesar 2%, permintaan tenaga kerja stabil dan kemungkinan resesi rendah meskipun suku bunga tetap berada di kisaran 5,25-5,50%. Hal ini akan memungkinkan para pembuat kebijakan The Fed untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat untuk saat ini. Ke depannya, Penjualan Ritel bulanan AS, data Produksi… Selengkapnya »Harga Emas Kesulitan Mendapatkan Pijakan yang Kokoh di Tengah Ketidakpastian Penurunan Suku Bunga The Fed

Forex Hari Ini: Dolar Kembali Menguat di Tengah Kegelisahan Penurunan Suku Bunga

Ketika pasar AS kembali ke rutinitas hariannya, menurunnya spekulasi para investor mengenai penurunan suku bunga oleh The Fed memberikan dukungan kuat pada Greenback, sementara para pejabat ECB juga masih berselisih pendapat mengenai waktu penurunan suku bunga, yang pada akhirnya membebani mata uang Eropa. Perhatian pasar diprakirakan akan tetap tertuju pada Penjualan Ritel AS, komentar para pejabat The Fed, dan pidato Lagarde di WEF. Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 17 Januari: Permintaan untuk Dolar AS menguat pada hari Selasa dan mengangkat Indeks USD (DXY) ke puncak Tahun Berjalan Baru (YTD) melewati angka 103,00 bersamaan dengan kenaikan serupa dalam imbal hasil AS, semuanya sebagai respon terhadap perkiraan kembali lebih lanjut mengenai waktu penurunan suku bunga The Fed. Data penting berikutnya yang akan dirilis di AS adalah Penjualan Ritel (Retail Sales) bulan Desember, Produksi Industri (Industrial Production), dan Beige Book dari The Fed. Selain itu, FOMC Barr, Bowman, Woods, dan Williams akan berbicara. EUR/USD mempercepat penurunannya dan jatuh ke area di bawah 1,0900, mencetak posisi terendah baru 2024 di dekat 1,0860 di tengah kebangkitan permintaan yang kuat untuk Greenback. Dalam kalender domestik, Tingkat Inflasi Desember akhir akan dirilis bersamaan dengan pidato Presiden ECB C. Lagarde di WEF di Davos. GBP/USD… Selengkapnya »Forex Hari Ini: Dolar Kembali Menguat di Tengah Kegelisahan Penurunan Suku Bunga

NZD/USD Meraih Terendah Baru Bulanan Dekat 0,6150 di Tengah Sentimen Risk-Off, Fokus pada Penjualan Ritel AS

NZD/USD telah jatuh ke dekat 0,6150 karena sentimen pasar yang suram. Para investor memproyeksikan Penjualan Ritel AS tumbuh 0,4% dibandingkan kenaikan 0,3% di bulan November. Conway dari RBNZ diprakirakan akan menolak ekspektasi pasar yang memprakirakan penurunan suku bunga lebih awal. Pasangan NZD/USD telah mencetak terendah baru bulanan di dekat 0,6150 di awal sesi New York. Aset Kiwi menghadapi sell-off tajam karena para investor bergegas menuju aset-aset safe-haven di tengah krisis yang semakin parah di kawasan Timur Tengah dan ketidakpastian soal kapan Federal Reserve (The Fed) akan memulai siklus penurunan suku bunga. S&P500 diprakirakan dibuka dengan nada bearish, dengan mempertimbangkan petunjuk negatif dari futures semalam. Sentimen pasar cukup bearish karena pemberontak Houthi yang didukung Iran mengancam akan melakukan serangan balik karena melancarkan serangan udara oleh militer AS di Yaman. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) tampak menguat dekat tertinggi baru mingguan di sekitar 103,20 karena pelaku pasar meninjau taruhan kuat yang mendukung penurunan suku bunga The Fed pada bulan Maret. Para investor menjadi berhati-hati terhadap penurunan suku bunga The Fed mulai bulan Maret karena data inflasi untuk bulan Desember lebih persisten dari prakiraan Selain itu, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan masih terlalu dini untuk membahas penurunan suku bunga karena kemajuan… Selengkapnya »NZD/USD Meraih Terendah Baru Bulanan Dekat 0,6150 di Tengah Sentimen Risk-Off, Fokus pada Penjualan Ritel AS

Pembeli Euro Tidak Memiliki Alasan untuk Bersorak atas Berlalunya Blue Monday – SocGen

Kit Juckes, Kepala Ahli Strategi FX Global di Société Générale, menganalisa prospek EUR/USD. Januari Merupakan Bulan Terburuk bagi Euro Secara Rata-Rata Sejak Awal Dolar tidak akan jatuh tahun ini karena Eropa sedang dalam kondisi yang sangat baik, atau karena AS sedang lemah. Dolar akan jatuh (sedikit) karena The Fed akan memangkas suku bunga dan mata uang ini turun dari ketinggian yang sangat tinggi. Namun, setelah kegembiraan tentang seberapa baik kinerja Euro di bulan November/Desember, perlu diingat bahwa Januari adalah bulan terburuknya secara rata-rata sejak awal, dan Dolar adalah yang terbaik selama periode yang sama. Para pembeli Euro tidak memiliki alasan untuk bersorak atas berlalunya Blue Monday.  

USD/JPY Menguat Mendekati 146,60 karena Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed Sedikit Menurun

USD/JPY naik dengan cepat di atas 146,50 karena para investor mempertimbangkan kembali pertaruhan yang mendukung penurunan suku bunga The Fed di bulan Maret. Bostic The Fed melihat adanya perlambatan dalam kemajuan inflasi yang menurun menuju 2%. Data IHP Jepang yang optimis gagal memberikan dukungan pada Yen Jepang. Pasangan USD/JPY telah mencetak level tertinggi bulanan baru di 146,60 di sesi Eropa. Pasangan mata uang utama ini telah menyaksikan minat beli yang signifikan karena para investor mempertimbangkan kembali pertaruhan yang mendukung keputusan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Maret. Data ekonomi Amerika Serikat, yang dirilis untuk bulan Desember, telah mengindikasikan bahwa babak terakhir dari inflasi harga konsumen masih membandel, permintaan tenaga kerja stabil, namun, para pemilik bisnis menurunkan harga barang dan jasa di pintu-pintu pabrik. Hal ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran akan inflasi yang masih bertahan masih tinggi. Berdasarkan perangkat CME Fedwatch, para trader melihat peluang 66% untuk The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) di bulan Maret, dibandingkan dengan 70% pada sesi perdagangan hari Senin. Komentar dari Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mendorong kembali ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga lebih awal karena ia memperingatkan tentang kembalinya inflasi yang merosot ke target 2%. Indeks… Selengkapnya »USD/JPY Menguat Mendekati 146,60 karena Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed Sedikit Menurun