Pound Sterling Turun Setelah Data Pabrik Inggris Beragam
Pound Sterling mengalami sell-off setelah data pabrik Inggris beragam. Perekonomian Inggris diprakirakan melaporkan resesi teknis meskipun pertumbuhan PDB November 0,3%. Investor menunggu data IHP AS, pasar tenaga kerja Inggris, dan inflasi untuk tindakan lebih lanjut. Pound Sterling (GBP) menghadapi koreksi setelah Office for National Statistics (ONS) Inggris melaporkan data pabrik yang beragam untuk bulan November. Pertumbuhan bulanan di sektor manufaktur sedikit lebih tinggi sementara data tahunan gagal memenuhi ekspektasi. Data ekonomi secara keseluruhan sedikit lebih baik dari ekspektasi namun tampaknya tidak mampu meredakan kekhawatiran terhadap resesi teknis yang terjadi pada perekonomian Inggris. Ke depan, Pound Sterling akan dipandu oleh data pasar tenaga kerja dan inflasi, yang akan dirilis minggu depan. Kondisi pasar tenaga kerja yang menurun dan penurunan tekanan harga lebih lanjut akan memperdalam harapan prospek suku bunga dovish dari Bank of England (BoE) dalam pengumuman kebijakan moneter pertamanya pada tahun 2024 pada tanggal 1 Februari. Sementara itu, permintaan jangka pendek terhadap Pound Sterling optimis karena membaiknya sentimen pasar. Pasangan GBP/USD tetap berada dalam lintasan bullish karena peluang penurunan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) tetap kuat meskipun laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk bulan Desember persisten. Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Turun Sementara Dolar AS… Selengkapnya »Pound Sterling Turun Setelah Data Pabrik Inggris Beragam